Untuk Awam : Uji Kompetensi Dokter, apa gunanya sih?

“Ribut-ribut Uji Kompetensi Dokter, ada yang setuju, ada yang nggak, sebenernya apa sih gunanya itu?”

Bayangkan seperti ini.

Ban motor kita bocor, lalu kita ke tukang tambal ban, ternyata tukangnya nggak bisa nambal, bannya masih bocor.

Kita ke restoran, ternyata kokinya nggak bisa masak. Masakannya bukan cuma nggak enak, bahkan gosong.

Kita ke tukang servis henfon. Tulisannya sih servis henfon, ternyata buka henfon aja nggak pernah, isi komponen henfon aja nggak tahu.

Itu juga yang terjadi kalau jadi dokter nggak lewat uji kompetensi. Sama kayak tukang tambal ban nggak bisa nambal, koki nggak bisa masak, tukang servis henfon tapi nggak bisa nyervis henfon.

Bedanya itu urusannya ban, rasa dan henpon. Sementara yang ini : nyawa.

Advertisements

#DailyJournal : Blog Favorit

Dua blog ini adalah favorit saya : suamigila.com punya Kang Adhitya Mulya, dan manampiring17.wordpress.com punya Om Henry Manampiring.

Postingan favorit gue dari Suamigila.com adalah tentang keluarga dan tentang cara pandang terhadap agama dan perilaku masyarakat :

  1. Wacana – Apakah Poligami masih valid?
  2. How Islamic Are Islamic Countries?
  3. Akar Masalah Negara Ini
  4. Aldebaran 5 tahunan

Postingan favorit gue dari manampiring17.wordpress.com tentunya survey-surveynya (ini keren banget), tentang hubungan antar manusia, dan juga cara pandang Om Piring terhadap isu populer :

  1. A Letter to My Imaginary Child
  2. Saya Minta Maaf Kepada Indonesia
  3. Laporan Survey Kepuasan Pasangan (PALING DEMEN!)
  4. Laporan Survey menyebalkan Nasional

Kontennya berguna dan praktikal, bisa menyatakan argumen yang kuat dengan reasoning yang logis, yang bikin kita bergumam dalam hati “iya bener bener!”, dan bisa stand on their side tanpa membuat pembaca yang berada di opposite side merasa terserang. Mereka bisa cerita tentang diri dan hidupnya sendiri, tapi tidak membuat pembaca berpikir “terus, so what?”, malahan pembaca akan turut menjadi bagian dalam cerita tersebut. Adhitya Mulya adalah seorang islam yang taat, dan dia banyak menulis tentang islam, sementara gue katolik tapi gue menikmati membacanya. Henry Manampiring sering mengiklankan produk, dan gue gak pernah pakai produknya tapi gue juga menikmati membacanya. Keren kan?  Bonus : mereka genuinely funny.

Blog seperti mereka juga memberikan saya harapan, ketika menemukan pikiran-pikiran yang logis dan menyenangkan, di tengah hiruk pikuk The Social Media Generation, the self-centered Generation. Generation that love to feel that they are never wrong and are higher than everyone else. Generasi ini membuat istilah diskusi menjadi hilang, berganti menjadi sensi, ujung-ujungnya ribut (udah ribut, nggak lucu lagi. Kalo lucu masih bisa dinikmati sambil makan kacang atom). Padahal diskusi itu menyenangkan lho, syaratnya pihak yang berdiskusi melontarkan dan mau menerima argumen berdasarkan fakta dan logika sederhana. Kalau maunya ngotot terus walaupun udah sadar salah secara fakta dan logika sederhana ya gabung aja sana sama partai anu..

Lho kok jadi ngelantur. Udah ah..